Tapi.. Meski begitu aku tetap ingin kembali.

Selaksa jiwa meretaskan benih-benih asa,menguatkan rumpun-rumpun harap,meneguhkan ranting-ranting tekad demi tumbuhnya rimbun dedaun kehidupan.hidup baru yang sempat ada dan terabaikan,menangis pilu ia dalam tekanan pencitraan norma-norma kekinian,kurus kering kerontang melalui setiap kekeliruan pandang modernitas kehidupan..

Tapi untungnya, besar sabar dan sucinya membuat iatetap bertahan, memberikan gaungan-gaungan halus kedalamserat-serat jiwa.sehingga dalam heningku dikesendirian,kulminasi itu terangkat kepermukaan sadar logikaku,bersusah payah mengotorisasi syaraf-syaraf untuk menghasilkan stimulus-stimulus perbaikan.dan dalam rentang itu.

Continue reading “Tapi.. Meski begitu aku tetap ingin kembali.”

Aku Bintang, Bukan Mentari !!

Jika mentari itu sendiri namum enggan berkeluh kesah..

jika rembulanpun sama, namun enggan terasingkan..

Tapi kenapa hati ini ingin seperti bintang..

bertabur riang dalam pekatnya malam menghiasi..

ceria dalam kerlip silih berganti..

akankah karena sadarku bahwa malam indah dalam satu bulan..

siang hangat hanya dengan satu mentari..

tapi takkan berarti jika hanya ada satu bintang dan tak ada yg menemani

niscaya kan pudar cahyanya  terseret dalam setiap kerlipan malam.

dan seperti bintang akupun enggan tenggelam dalam pekatnya kesendirian..