Tapi.. Meski begitu aku tetap ingin kembali.

Selaksa jiwa meretaskan benih-benih asa,menguatkan rumpun-rumpun harap,meneguhkan ranting-ranting tekad demi tumbuhnya rimbun dedaun kehidupan.hidup baru yang sempat ada dan terabaikan,menangis pilu ia dalam tekanan pencitraan norma-norma kekinian,kurus kering kerontang melalui setiap kekeliruan pandang modernitas kehidupan..

Tapi untungnya, besar sabar dan sucinya membuat iatetap bertahan, memberikan gaungan-gaungan halus kedalamserat-serat jiwa.sehingga dalam heningku dikesendirian,kulminasi itu terangkat kepermukaan sadar logikaku,bersusah payah mengotorisasi syaraf-syaraf untuk menghasilkan stimulus-stimulus perbaikan.dan dalam rentang itu.

Subhanallah..

terjadi keselarasan logika dan perasaanku membawa diri jauh kedalam bayangan hidup yang terlewati,menempatkan aku penikmat tunggal cuplikan-cuplikan adegan hidup yang kulakoni.air mata ini mengalir begitu saja,tumpah ruah seakan –akan selama ini ia terkumpul dalam bendungan ekslusivitas ego dan keinginan.

Lama ku terdiam,terhenyak..tulang belulang ini melunglai, bayangan itu seolah kan terus ikuti dan membercakiku.
Ya rabb..adakah pantas kukembali…jika tak disisimu harus kemana aku mencari..tangisku menjadi..bauran hancur keping-keping rasa,sesal,malu,derita,cinta,harap,galau dan entah apa saja menusuk telak aku dalam kerapuhan ini..

tapi.. meski begitu aku tetap ingin kembali..

Advertisements

One thought on “Tapi.. Meski begitu aku tetap ingin kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s